Latest News

1xbet
TEXASPOKER WIGOBET AFAPOKER RGOBET
123samsung Situs Judi Online Terpercaya

Jumat, 10 Agustus 2018

Cerita di Balik Logo dan Merek Kopi Kapal Api

1xinfo.net - Kapal Api adalah brand kopi terkenal yang dikeluarkan PT Santos Jaya Abadi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Produk Kapal Api saat ini menjadi pemimpin pasar dengan menguasai 50 persen pangsa pasar kopi secara nasional dengan beragam produk. Selain kopi hitam, Santos Jaya juga mengeluarkan ragam produk minuman kopi sebut saja ABC, Good Day, dan Excelso.

Tapi tahukah mengapa merek kopi ternama ini mengambil nama Kapal Api, bagaimana sejarah nama merek itu?

1. Asal Mula Nama Kapal Api
Salah satu bos Santos Jaya Abadi, Soedomo Mergonoto, mengatakan ide logo kapal api muncul ketika ayah Soedomo, Go Soe Loet, memiliki banyak pelanggan dari para pelaut di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.

Goe Soe Loet melihat banyak kapal bersandar di pelabuhan tersebut. Dia pun memutuskan menjadi kapal api sebagai logo sekaligus merek dari produk kopinya. 

Usaha Kapal Api bermula dari usaha kopi Goe Soe Loet yang membuka pabrik kopi pada 1927. Ketika itu, Goe Soe Loet bekerja sama dengan Go Bie Tjong dan Go Soe Bie. Tiga orang bersaudara ini mendirikan pabrik penggilingan kopi di Pabean, Surabaya, dengan jumlah pegawai 1.500 orang.


2. Berawal dari Pikulan Kayu dan Sepeda
Awalnya produk usaha kopi ini diberi nama Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan. Kopi ini dijual keliling kampung dengan pikulan kayu dan sepeda.

“ Dengan sering berjualan di Pelabuhan Tanjung Perak melayani para pelaut bersandar. Pelanggan kami banyak. Dari sana, muncul ide produknya ‘Kapal Api’,” kata Soedomo.

Kapal Api tak secara langsung mengaspirasi simbol teknologi tertinggi dan kemewahan pada zaman itu. Inspirasi ini mengacu kepada kualitas dan menjadikan perusahaan maju pesat di Surabaya dan sekitarnya.

Soedomo bersama Indra dan Soetikno sering membantu penjualan kopi dengan sepeda untuk keliling kampung. Dengan ketelatenan, pemasaran kopi bubuk itu semakin sukses dan Kapal Api semakin dikenal.


3. Pecah Kongsi
Sayangnya, usaha kopi pecah. Goe Soe Loet mendapatkan pabrik penggorengan kopi dan memilih produksi kopi yang dibantu oleh anak-anaknya, yaitu Soetikno, Indra, dan Soedomo.

Tahun 1979, Soedomo mendirikan perusahaan baru bersama saudaranya, Indra, mendirikan Santos Jaya Abadi. “ Itu perusahana yang didirikan dari awal, bukan warisan dari orang tua,” kata dia.

Kopi Kapal Api ini, lanjutnya, punya keunggulan pada kualitasnya. Produsen kopi ini meracik kopi-kopi terbaik khas daerah dengan takaran yang khas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook