Latest News

1xbet
TEXASPOKER WIGOBET AFAPOKER RGOBET
123samsung Situs Judi Online Terpercaya

Jumat, 27 Juli 2018

Anggota Pussy Riot Ditahan Karena Berlari Masuk ke Lapangan Final World Cup 2018

1xinfo.net - Hype besar final World Cup 2018 di antara Perancis dan Kroasia harus terganggu setelah grup aktivis politik Pussy Riot berlari masuk ke lapangan dengan menggunakan seragam Kepolisian. Seperti dilansir dari New York Times, kejadian tersebut terjadi saat babak kedua pertandingan Piala Dunia 2018 berjalan selama 52 menit.

Grup Pussy Riot menerobos masuk ke lapangan dan menghampiri para pemain sebelum kemudian petugas di lapangan yang mengenakan rompi hijau mengejar dan menangkap mereka. Bukan cuma itu saja, Pussy Riot juga sempat mengeluarkan pernyataan di Twitter kalau hari Minggu kemarin jadi peringatan dari 11 tahun kematian Dmitri Prigov,

Dmitri Prigov sendiri adalah seorang penyair Rusia yang produktif dan menentang pihak berwenang di Uni Soviet. Salah satu karyanya yang paling terkenal berisi tentang seorang Polisi Soviet. Dalam video Piala Dunia 2018 menunjukkan 3 anggota Pussy Riot berlari ke arah pemain, di mana salah satunya sempat berlari dan memberi toss pada Kylian Mbappe (Perancis).

© twitter.com/MenInBlazers
Aksi dari Pussy Riot kali ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sebelum Piala Dunia kemarin, Pussy Riot sempat menjadi headline berbagai media di seluruh dunia setelah aksi demonstrasinya di sebuah Gereja Kathedral yang mendorong tuduhan hooliganisme karena dimotivasi oleh kebencian agama.

Namun aksi protes keras Pussy Riot tak hanya sampai di situ saja, karena sejatinya grup yang satu ini merupakan grup aktivis politik dari Rusia yang juga menyuarakan suara-suara protesnya melalui karya musik. Tahun lalu Pussy Riot sempat merilis music video Police State yang menyorot pengawasan negara dan tindakan brutal Kepolisian.

Dalam pernyataannya di Twitter, Pussy Riot sendiri melakukan aksi menerobos lapangan Piala Dunia 2018 dengan membawa sejumlah poin tuntutan mereka. Tentunya poin-poin tuntutan tersebut masih berisi tentang hal-hal politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook