Latest News

1xbet
TEXASPOKER WIGOBET AFAPOKER RGOBET
123samsung Situs Judi Online Terpercaya

Senin, 21 Mei 2018

10 Sniper Wanita Uni Soviet Paling Mematikan Dalam Sejarah

1xinfo.net - Penembak jitu atau sering disebut Sniper ternyata tidak hanya digeluti oleh kaum pria saja, nyatanya banyak sniper mematikan di perang dunia yang terlahir dari kaum wanita. Sniper merupakan sebuah ancaman besar dalam perang, keberadaannya dapat membalikkan keadaan. Bahkan satu sniper bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan musuh sendirian.

Dalam Perang Dunia II, banyak sniper-sniper paling mematikan terlahir dan mencatatkan diri mereka dalam sejarah akan kehebatannya. Salah satu yang paling ditakuti pada era itu adalah para sniper dari Uni Soviet atau sekarang lebih dikenal dengan nama Rusia, yang banyak diantara penembak jitu tersebut adalah wanita atau perempuan.

Dan berikut ini adalah 10 penembak jitu atau sniper wanita Uni Soviet paling mematikan dalam sejarah:

1. Tanya Baramzina
Wanita dengan nama lengkap Tatiana Nikolaevna Baramzina pada awalnya adalah seorang guru di taman kanak-kanak, sebelum akhirnya berpindah haluan menjadi seorang sniper. Dia bergabung dalam Angkatan Darat Rusia sebagai anggota devisi 70 pada angkatan ke-33.

Saat bergabung dalam Angkatan Darat Rusia, dia berhasil menjatuhkan 20 orang perwira Nazi, dan berhasil menjatuhkan 16 orang musuh pada misi rahasia pertamanya di pertempuran Belarusia. Tanya Baramzina secara anumerta dibintangi emas dan dinyatakan sebagai pahlawan Uni Soviet pada tanggal 24 Maret 1945.

2. Nadezhda Kolesnikov
Tercatat dalam sejarah Nadezhda Kolesnikov telah menembak mati 19 tentara nazi. Dia merupakan seorang suka relawan penembak jitu yang bertugas di Front Volkhovsky Timur pada tahun 1943. Untuk menghargai jasanya, Nadezhda Kolesnikov dianugerahi medali keberanian setelah perang Rusia.

3. Tania Chernova
Tania Chernova tercatat telah menembak mati 24 tentara Nazi. Ia tergabung dalam tim Heres yaitu sebuah kelompok penembak jitu yang dibentuk oleh Vatsily Zaytsev. Sosok Tania Chernova ini ternyata mengilhami karakter penembak jitu wanita dengan nama yang sama dalam film yang berjudul Enemy at the Gates yang dimainkan oleh Rachel Weisz.

4. Ziba Ganiyeva
Ziba Ganiyeva pada mulanya adalah seorang aktris film di Azerbaijan sebelum akhirnya menjadi seorang sniper. Ia bertempur di Devisi Rifle Komunis Soviet ke-3. Tercatat ia telah berhasil menembak mati 21 tentara Jerman. Ia juga berperan aktif dalam pertempuran di Moskow. Dan akhirnya dia dianugerahi Ref Order and Banner of Red Star.

5. Roza Shanina
Ia lahir pada tanggal 3 April 1924 di sebuah desa yang bernama Yedma, Rusia. Ia bergabung dalam pasukan tentara rusia pada umur 20 tahun. Dia bertempur pada peperangan Vilnius yang sangat terkenal, dalam peperangan tersebut dia berhasil menembak 59 tentara Nazi.

Ziba Ganiyeva dijuliki sebagai The Unseen Terror of East Prussia, dan merupakan sniper perempuan pertama yang dianugerahi Order of Glory. Dia meninggal pada 27 Januari 1945 karena tertembak di bagian dada pada saat menolong perwira Rusia yang sedang terluka.

6. Lubya Makarova
Lubya Makarova dikenal sebagai sosok yang berperan aktif dalam pertempuran front Baltik ke-2 dan front Kalnin. Dalam perang tersebut dia berhasil menembak 84 tentara Nazi dan berhasil kembali ke kampung halamannya di Perm, Rusia. Lubya Makarova disebut sebagai pahlawan perang dan untuk menghargai jasanya, pemerintah Rusia menganugerahi Order of Glory kepada dirinya.

7. Klavdiya Kalugina
Klavdiya Kalugina merupakan salah satu penembak jitu termuda di Red Army, dia bergabung dalam kelompok perang pada saat masih berusia 17 tahun. Dia berperang pada pertempuran front Belarusia ke-3, peperangan di Polandia dan kemudian dikirim pada pertempuran Leninggrat dan membantu pertahanan kota melawan tentara Jerman.

Kemampuan menembaknya diakui sangat mematikan. Klavdiya Kalugina mampu bertahan hidup dan menyelesaikan semua misi yang diberikan sampai era peperangan berakhir dan memutuskan untuk tinggal di Leninggrad.

8. Nina Lobkovskaya
Nina Lobkovskaya memutuskan bergabung dengan pasukan tentara Rusia pada tahun 1942 setelah kehilangan ayahnya. Ia merupakan tentara berpangkat Letnan dan bertempur pada peperangan Berlin tahun 1945. Tercatat dia telah menewaskan sebanyak 89 tentara Nazi selama karirnya sebagai seorang penembak jitu.

9. Nina Pavlovna Petrova
Nina Pavlovna Petrova lahir pada tahun 1893 dan bergabung dengan pasukan perang saat berusia 48 tahun. Dia dijuliki sebagai "Mama Nina" karena merupakan penembak jitu tertua selama Perang Dunia II.

Selama karirnya sebagai penembak jitu, tercatat ia telah menewaskan sebanyak 122 tentara Nazi. Dia berhasil bertahan hidup sampai perang usai. Dan akhirnya meninggal dunia pada usia 53 tahun karena kecelakaan mobil setelah tujuh hari Perang Dunia berakhir.

10. Lyudmila Pavlichenko
Lyudmila Pavlichenko lahir pada tahun 1916 di Ukraina. Dia merupakan penembak jitu perempuan Rusia paling terkenal dengan julakan "Lady Death". Dia tergabung dalam Devisi Rifle Chapayev ke-25.

Lyudmila Pavlichenko tercatat telah menewaskan sebanyak 309 tentara Nazi, termasuk 29 sniper dari pihak musuh. Dia berperang di medan pertempuran yang terkenal sadis yaitu wilayah Krimea dan Odessa.

Lyudmila Pavlichenko di anugerahi bintang emas dari The Hero of the Soviet Union dan juga pernah menjadi gambar dalam sebuah perangko Uni Soviet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook