Latest News

Minggu, 24 April 2016

Mayat Hanya Diletakkan di Atas Tanah Tapi Di Kuburan Ini Tak Ada Bau yang Tercium

Centralmaya.com | Pernahkah kamu singgah di Desa Trunyan? Desa itu berada di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, dekat dengan Danau Batur.

Desa Trunyan atau Desa Terunyan memiliki keunikan dibandingkan desa lain yang ada di Bali.

Diketahui sebagai desa tertua di Bali, memiliki penduduk orang Bali asli (sering disebut sebagai Bali Aga).

Mengutip dari akun Facebook Sejarah Bali, desa itu masih memegang teguh tradisi-tradisi kuno.
Berikut cerita tentang Desa Trunyan yang diulas oleh Sejarah Bali.

Untuk menuju Desa Trunyan, bisa melalui akses jalur darat dari Penelokan, atau melewati akses dermaga di Kedisan menggunakan perahu motor.

Menurut prasasti tertua di Bali, era sejarah di Bali dimulai sejak tahun 882 masehi.
Saat itulah, penduduk Trunyan telah tinggal di daerah itu.
Adat yang paling unik di Desa Terunyan adalah pemakamannya.
Biasanya orang-orang Bali yang meninggal jenazahnya dibakar atau dikubur.
Namun, di Desa Trunyan, setiap warga yang meninggal jenazahnya hanya diletakkan di atas tanah.
Mereka menyebutnya dengan istilah mepasah.

Menurut pemahaman mereka, setiap jasad orang yang sudah meninggal dunia, harus dikembalikan ke bumi, dan dengan cara itulah, menurut mereka, telah dikembalikan ke bumi.

Di Desa Trunyan terdapat tiga kuburan.
Masing-masing dibedakan menurut sebab orang tersebut meninggal.
Pertama Sema Bantas, kuburan itu untuk orang-orang yang meninggal karena bunuh diri, berkelahi, dan penyakit ganas.
Kedua Sema Nguda untuk bayi atau orang dewasa yang belum menikah.
Dan ketiga adalah Sema Wayah, yakni kuburan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggal akibat sakit biasa.
Mayat-mayat tersebut tidak menimbulkan bau karena disebabkan oleh pohon Taru Menyan, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat.

Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan itu, hanya tumbuh di daerah ini.

Jadilah, Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Selain kuburan, di Desa Terunyan juga terdapat beberapa tempat yang menarik.
Satu di antaranya Pura Pancering Jagat yang berarti Pusar Dunia.

Tonton Videonya :


Sumber : Di Kuburan Ini, Mayat Hanya Diletakkan di Atas Tanah Tapi Tak Ada Bau yang Tercium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook