Latest News

Minggu, 24 April 2016

Kocar-kacir, Perampok Terkapar Dikeroyok Pasutri Calon Korban

Centralmaya.com | Fajar Deli Asmara (30) dan istrinya, Sri Rahayu (28), Sabtu (23/4/2016), berhasil membuat kocar-kacir empat perampok yang hendak merampok rumahnya di komplek Puskesmas Tambun Nabolon, Jalan Tambun Timur, Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Ilustrasi Perampok

Selain memukul mundur perampok, Fajar yang bekerja sebagai tenaga medis di salah satu rumah sakit itu bahkan membuat salah seorang pelaku, ES (34), terkapar pingsan dengan kondisi luka parah.
"Kami memang tinggal di sini karena istriku sebagai tenaga bidan di puskesmas ini. Ada empat pelakunya, datang mau merampok rumah kami. Satu orang pelakunya berduel sama aku, makanya ketangkap. Tiga teman pelaku melarikan diri," kata Fajar di tempat kejadian.

Warga setempat yang datang beramai-ramai ke tempat kejadian segera mengabari pihak kepolisian. Tidak berapa lama, sejumlah petugas Polsek Siantar Martoba dipimpin Kanit Reskrim Aiptu MP Simanjuntak tiba di tempat kejadian.

ES, yang ternyata warga setempat, diboyong oleh petugas menuju RSUD dr Djasamen Saragih guna mendapat perawatan karena mengalami luka cukup parah di bagian wajah.

Sementara itu, Fajar dan Sri Rahayu turut dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka setelah berduel dengan para pelaku.

Sebelum kejadian, Fajar dan istrinya sedang tidur di kamar, sedangkan kedua anaknya tidur di kamar yang lain. Pagi itu, hujan sedang turun deras. Tiba-tiba, sekitar pukul 04.30 WIB, pintu depan rumahnya didobrak para pelaku.

Setelah pintu terbuka karena didobrak paksa, salah seorang pelaku, ES, masuk ke dalam rumah, sedangkan tiga temannya menunggu di luar rumah.

"Saat mau keluar dari kamar, ternyata pelaku malah mendobrak pintu kamar, makanya pelaku bertatapan samaku," kata Fajar.

Begitu bertatapan muka, pelaku langsung memukul wajah Fajar sampai jatuh telentang di lantai kamar. Namun, Fajar segera bangkit dan berduel dengan pelaku.

Melihat suaminya berduel, Sri membantu suaminya. ES pun terdesak dan dijatuhkan sampai telentang di lantai dekat pintu kamar.

"Habis kuhajar habis-habisan sampai enggak berkutik. Tiga teman pelaku yang menunggu di luar rumah langsung kabur. Aku kenal tiga orang yang melarikan diri. Namanya Febri dan Arif, serta Adi. Kami sering ketemu ngobrol di warung kopi," ucap Fajar.

Iustrasi Beladiri
Kabar bahwa pelaku RS tertangkap basah mau merampok dan mengalami luka parah karena kalah berduel dengan Fajar sampai ke telinga orangtuanya dan warga setempat.

Sar, ayah ES, setibanya di lokasi, langsung menangis dan tidak henti-hentinya memeluk tubuh ES yang mengalami luka parah serta tidak sadarkan diri.

"Oalah Eko, kenapa sampek kek gini. Siapa yang mengajakmu merampok, Nak. Adanya rumah dan usahamu dan baru sajanya kau beli mobil Colt Diesel," sebut dia.

Pernah dipergoki

Sri yang merupakan tenaga bidan mengaku pernah memergoki pelaku mau mencuri tas dari dalam rumah. Waktu itu, ES bersama teman-temannya pura-pura datang berobat.

"Ketahuan sama anakku, terus orang itu kabur. Padahal, selama ini, kami sangat baik sama orangtua Eko. Bila orangtua Eko lagi sakit, tidak kami suruh datang ke puskesmas, tetapi aku sama suamiku datang menjumpai orangtua Eko di rumahnya," terang Sri.

Wanita berjilbab ini menyebutkan, ES memang sering mengganggu Sri saat datang ke puskesmas.
"Sering dia gara-garain saya kalau datang pura-pura berobat. Kami nggak nyangka Eko tega merampok di rumah kami. Waktu kejadian, aku sudah teriak minta tolong, tetapi warga tidak ada yang dengar karena ketepatan dengan hujan deras. Tiga minggu yang lalu, ayam dari kandang juga dicuri dari samping rumah," ujar Sri.

Kapolsek Siantar Martoba AKP Hilton Marpaung mengatakan, pelaku ES sampai sejauh ini masih dalam perawatan karena terluka parah, sedangkan tiga teman pelaku yang melarikan diri sedang dalam pengejaran.

"Belum sempat barang-barang diambil dari dalam rumah karena aksi pelaku dipergoki korbannya. Tiga teman pelaku lagi dalam pencarian," ujar Marpaung. (tribunnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook