Latest News

Kamis, 21 April 2016

Hati-hati Tatap Gadis di Kampung Ini, Bisa Disuruh Nikahi..

Centralmaya.com | Setiap daerah punya adat istiadatnya sendiri, masing-masing juga memiliki keunikan seperti halnya di Kampung Bangun, Kecamatan Sambaliung.

Tak banyak penduduk di kampung tertua ini.

Boleh dibilang, kampung ini masih belum menunjukkan eksistensi pertumbuhan layaknya kampung-kampung lain di pinggiran ibu kota kabupaten.

Di kampung ini masih ada masyarakat yang memegang teguh adat istiadat, salah satunya mengatur hubungan antara pria dan wanita.

Kamaruddin bercerita tentang adat istiadat masyarakat Kampung Bangun, kampung tertua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kampung tertua di Kabupaten Berau ini masih dihuni Suku Banua, suku asli Berau.

Seorang tokoh Kampung Bangun, Kamaruddin, menurutkan hingga tahun 90-an, hanya sedikit muda-mudi yang punya nyali berduaan seperti orang pacaran.

“Jangankan pacaran, melihat anak gadis dari jauh saja bisa berujung ke pelaminan,” kata Kamaruddin mengawali ceritanya.

Anggota DPRD Berau ini pernah dua periode menjabat Kepala Kampung Bangun.

Ia kerap menikahkan pasangan muda-mudi yang ketahuan sering bertemu, meski tak saling cinta.

“Jadi kisahnya, ada laki-laki yang menaksir anak perempuan.

Tapi dia berkomunikasi dengan teman si perempuan yang menjadi mak comblang,” tutur dia.

Rupanya, komunikasi antara pemuda dengan mak comblangnya ini membuat pihak keluarga comblang keberatan.

“Jam tiga subuh pintu rumah saya diketok sama keluarga perempuan yang menjadi perantara ini.

Orangtuanya keberatan karena anaknya sering ditemui laki-laki, jam tiga subuh itu juga saya mengawinkan orang,” ujar dia di hadapan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Rohaini.

Rohani datang bersama sejumlah kru televisi nasional yang akan meliput adat istiadat perkawinan masyarakat Berau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami di Facebook